JAKARTA,
(PRLM).- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berupaya agar pada
penyelenggaraan haji tahun ini tidak ada lagi jemaah calon haji
Indonesia yang menempati kawasan Mina Jadid. Hal itu diupayakan untuk
peningkatan pelayanan sekaligus mengurangi risiko bagi jemaah.
Menurut Menag, jarak antara Mina Jadid dengan tempat melempar jumrah
(jamarat) sangat jauh, mencapai lebih kurang 7 kilometer. Jarak itu
harus ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga berpotensi menimbulkan
risiko kesehatan dan keamanan bagi jamaah. Jika jaraknya bisa
diperpendek, Menag berharap risiko itu bisa diminimalisasi.
“Tahun ini kita harus punya target. Kita upayakan agar tidak ada lagi
jemaah haji kita yang ditempatkan di Mina Jadid. Karena itu jauh
sekali,” ujarnya sebagaimana dalam keterangan yang diperoleh, Jumat 11
Maret 2016. Keterangan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi di Kantor
Urusan Haji Indonesia (KUHI) Jeddah, Arab Saudi.
Rakor diikuti oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)
Kemenag Abdul Djamil, Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo, Direktur
Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kapus Kesehatan Haji
Kemenkes Muhtaruddin, Konjen RI di Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra,
dan Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori beserta jajaran.
Menag Lukman Hakim Saifuddin dan tim dijadwalkan akan berada di Arab
Saudi sampai dengan Selasa 15 Maret 2016 mendatang. Selama di Saudi,
Menag akan melakukan sejumlah pertemuan guna membahas persiapan
penyelenggaraan ibadah haji. (Agus Ibnudin)***
0 komentar:
Posting Komentar