Jumat, 25 Maret 2016

Info Haji

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berupaya agar pada penyelenggaraan haji tahun ini tidak ada lagi jemaah calon haji Indonesia yang menempati kawasan Mina Jadid. Hal itu diupayakan untuk peningkatan pelayanan sekaligus mengurangi risiko bagi jemaah.
Menurut Menag, jarak antara Mina Jadid dengan tempat melempar jumrah (jamarat) sangat jauh, mencapai lebih kurang 7 kilometer. Jarak itu harus ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan bagi jamaah. Jika jaraknya bisa diperpendek, Menag berharap risiko itu bisa diminimalisasi.
“Tahun ini kita harus punya target. Kita upayakan agar tidak ada lagi jemaah haji kita yang ditempatkan di Mina Jadid. Karena itu jauh sekali,” ujarnya sebagaimana dalam keterangan yang diperoleh, Jumat 11 Maret 2016. Keterangan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Jeddah, Arab Saudi.
Rakor diikuti oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Djamil, Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kapus Kesehatan Haji Kemenkes Muhtaruddin, Konjen RI di Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra, dan Staf Teknis Haji I Ahmad Dumyathi Bashori beserta jajaran.
Menag Lukman Hakim Saifuddin dan tim dijadwalkan akan berada di Arab Saudi sampai dengan Selasa 15 Maret 2016 mendatang. Selama di Saudi, Menag akan melakukan sejumlah pertemuan guna membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji. (Agus Ibnudin)***

0 komentar:

Posting Komentar